Inilah 7 Preman yang Paling Ditakuti di Indonesia




Pada mulanya kata preman didopsi dari kata freeman yang berarti pria bebas. Karena mungkin orang Indonesia ribet kalau ngomong "f" makanya diganti jadi "p" kata depannya. Dengan menggunakan kata "preman", orang-orang ini berprinsip untuk bebas tidak mengikuti aturan. Makanya banyak yang bilang kalau kegiatan atau pekerjaan yang dijalankan oleh preman ini ilegal alias menentang hukum. Mereka sering melakukan tindakan anarkistis. Namun demikian, preman pun kerap digunakan 
sebagai bodyguard atau petugas keamanan dari suatu acara. Dalam dunia kepremanan, ada level yang membatasi dari masing-masing preman, misalnya preman kelas bawah, kelas menengah, kelas atas. Yah, kalau dipikir-pikir gak beda jauhlah dengan struktur sebuah organisasi. Bedanya tuh cara dalam mendapatkan atau menaikkan level yang mereka anut, yakni dengan kekerasan. Untuk preman kelas bawah yang bisanya cuma malak anak sekolah mah gak usah diomongin lah ya, kebanyakan. YuKepo akan membahas 7 preman kelas atas yang namanya udah terkenal dan ditakuti oleh banyak orang. Yuk langsung kita kepoin profil mereka.

1. Sahara Oloan Pangabean

Preman yang satu ini berasal dari Tapanuli, Sumatera Utara. Gak semua orang bisa ketemu sama Olo (sapaan akrabnya). Cuma orang tertentu yang bisa bertemu dengannya, itu pun harus melewati penjagaan berlapis-lapis. Olo pun gak suka ketemu sama wartawan karena dia gak pengen di ekspose media. Perawakannya yang biasa aja bikin kita gak nyangka kalau dia salah satu preman terkemuka. Bisnis yang dijalankan Olo adalah debt collector dan perjudian. Namun demikian, terdapat kabar burung yang mengatakan bahwa Olo sering membantu orang banyak di Sumatera Utara, mulai dari membiayai pengobatan, biaya pendidikan, hingga modal usaha. Olo menghembuskan nafas terakhirnya pada bulan April tahun 2009.

2. John Refra Kei alias John Kei

Pemuda asal Maluku Utara ini menjalankan bisnis sebagai debt collector alias penagih utang di Jakarta. Konon, kelompok Jhon Kei meminta komisi sebesar 10 sampai 80 persen dalam menjalankan bisnisnya tersebut. Namanya mencuat setelah Basri Sangaji, yang tak lain adalah kompetitornya dalam bisnis penagihan utang, tewas terbunuh pada tahun 2004. Selain itu pula, beberapa kasus pembunuhan dan kerusuhan di Jakarta pernah melibatkan nama Jhon Kei. Serem juga ya!

3. Hercules

Hercules merupakan seorang preman yang ditakuti di daerah Tanah Abang, Jakarta. Walaupun perawakannya tidak besar, Hercules mampu lolos dari sang maut berkali-kali. Tangan kanannya telah putus, dan digantikan tangan palsu. Bola mata kanannya pun sudah diganti dengan bola mata palsu setelah terkena timah panas dari lawannya. Bahkan ia pun pernah mengalami pembacokan sebanyak 16 kali hingga harus masuk ICU. Ada isu yang mengatakan bahwa ia punya ilmu kebal yang didapatnya dari seorang pendekar Baduy Dalam.

4. Sembilan Naga

Sembilan naga adalah nama dari sebuah kelompok mafia yang jaringannya telah menembus berbagai daerah di Indonesia. Upeti dari berbagai pihak membuat organisasi ini semakin kuat. Dilihat dari sejarahnya, jaringan ini telah berdiri sejak lama, bahkan dari jaman Belanda. Pendapatan mereka dalam sebulan mencapai puluhan miliar. Mereka bergerak dalam bisnis perjudian kelas atas yang menggunakan tempat-tempat mewah seperti di atas kapal pesiar.

5. Johny Indo

Nama Johny Indo mulai meroket ketika ia dengan kelompoknya melakukan aksi perampokan di sebuah bank pada siang hari. Ya kayak di film-film Hollywood gitu gambarannya. Dalam melakukan aksinya, Johny dan kawan-kawan pantang untuk melukai korban. Namun, akhirnya dia tertangkap oleh polisi karena kecerobohan anggotanya yang menjual barang rampokan sembarangan. Mereka pun dipenjara di Nusakambangan. Akan tetapi, hal itu tidak membuat Johny berhenti. Ia kabur dari Nusakambangan bersama 7 kawannya. Karena tidak makan selama berhari-hari akhirnya ia menyerahkan diri ke polisi. Ketika di penjara untuk kedua kalinya, ia mulai insyaf dan belajar agama. Wih happy ending, pantes aja dijadiin film ya jalan hidup Johny Indo.

6. Anton Medan

Anton Medan lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, tahun 1957. Ia merupakan keturunan Tionghoa dengan nama Tan Hok Liang. Sebelum insyaf, ia merupakan perampok yang ganas dan juga seorang bandar judi. Banyak tuduhan yang datang kepadanya terkait kasus kerusuhan Mei 1998. Sejak 1992 ia berhenti dan masuk agama Islam, kemudian membuat Masjid Jami Tan Hok Liang di daerah CIbinong.

7. Dicky Ambon

Nama Dicky Ambon mencuat setelah kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang anggota TNI di Hugos Cafe Selamn DIY. Akibat perbuatannya itu, ia bersama kawan-kawannya dijebloskan ke dalam penjara. Namun ketika berada di dalam penjara, Dicky Ambon diserbu oleh sekelompok orang dengan senjata laras panjang hingga ia tewas dengan mengenaskan. Sebelum kematiannya, Dicky memang langganan keluar masuk penjara karena beberapa kasus pemerkosaan, pembunuhan, perempokan, dan tindakan kriminal lainnya. Aduh, banyak amat kasus kejahatannya.
Begitulah sisi gelap yang ada di Indonesia. Mau gimanapun sosok-sosok preman bakalan tetep ada sampe kapan pun. Kenapa bisa begitu? Ya karena pada dasarnya manusia punya dua sifat, menghancurkan atau menciptakan. Dan kebetulan, orang-orang yang punya kecenderungan menghancurkan, profesi preman jadi hal yang cocok. Ya, semoga aja preman-preman di masa depan bisa lebih bertoleransi, kalau pun nyolong atau malak ya hasilnya untuk orang miskin, jadi kayak si pitung gitu.

0 Response to "Inilah 7 Preman yang Paling Ditakuti di Indonesia"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.